Selain Higuain, Inilah 7 Pengkhianatan Terbesar di Bursa Transfer Serie A Italia

Selain Higuain, Inilah 7 Pengkhianatan Terbesar di Bursa Transfer Serie A Italia

8-pengkhianatan-terbesar-di-bursa-transfer-serie-a-italia-GT4

Agen Bola Online – Liga Italia Serie A telah menorehkan rekor transfer baru. Pada awal pekan ini, publik dikejutkan dengan bergabungnya Gonzalo Higuain ke Juventus. Pemain kebangsaan Argentina itu ditebus dengan biaya 94 juta euro atau setara Rp 1,3 triliun.

Kepindahan Higuain rupanya memancing amarah fans Napoli. Mereka kesal sebab pemain yang pernah dipuja-puja justru bergabung bersama klub rival. Hal ini pernah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Setidaknya ada tujuh pemain yang dicap sebagai pengkhianat di bursa transfer Serie A Italia.

Berikut ulasannya:

1. Angelo Peruzzi
Kiper bertubuh gempal tersebut sempat menjadi benteng kokoh Juventus. Ia diboyong dari AS Roma pada bursa transfer musim panas 1991 lalu. Tiga tahun kemudian, Peruzzi berhasil mengamankan tempat di starting XI I Bianconeri. Hingga 1999, pemain kebangsaan Italia itu terus dipercaya sebagai kiper utama.

Bersama Juventus, Peruzzi merasakan tiga gelar juara Serie A Italia, satu Coppa Italia, dua Piala Super Italia, satu Piala UEFA (Liga Europa), satu Piala Liga Champions, satu Piala Super Eropa dan satu Piala Intercontinental. Namun sayang, Peruzzi mengkhianati pendukung Juventus dengan pindah ke Inter Milan di musim panas 1999. Saat itu Peruzzi cemas dengan kariernya sebab Juventus berhasil mendatangkan Edwin Van Der Saar.

2. Alessandro Nesta
Pada bursa transfer musim panas 2002 lalu, pecinta sepak bola khususnya Liga Italia Serie A dikejutkan dengan pindahnya Alessandro Nesta dari Lazio ke AC Milan. Dalam kepindahannya tersebut, Nesta menorehkan rekor transfer sebagai bek termahal pada masanya. Ketika itu, ia diboyong dengan harga 30 juta euro.

Lazio terpaksa menjual pemain didikannya ini. Kala itu mereka sedang mengalami krisis keuangan sehingga menjual pemain bintangnya termasuk Hernan Crespo yahng dilepas ke Inter Milan dan Gaizka Mendieta yang dipinjamkan ke Barcelona.

“Dalam empat bulan sekali klub selalu mengungkapkan keinginannya menjual saya. Namun saya selalu menolaknya. Sampai pada akhirnya di tahun 2002, saya harus pergi karena kondisi keuangan klub benar-benar parah,” ucap Nesta yang pernah mengikrarkan janji setia pada Lazio.

3. Pavel Nedved
Setahun sebelum hengkangnya Alessandro Nesta, fans Lazio sudah lebih dulu dibuat sakit hati oleh Pavel Nedved. Gelandang enerjik asal Republik Ceko tersebut memutuskan hijrah ke Juventus setelah lima musim bermain untuk kubu I Biancocoleste.

Nedved diboyong Juventus dengan nilai transfer 41 juta euro. Bersama Si Nyonya Tua, Nedved merasakan kesuksesan besar. Ia mengangkat dua trofi juara Serie A, dua Piala Super Italia serta penghargaan sebagai pemain terbaik dunia pada 2003 silam.

4. Fabio Cannavaro
Mantan kapten Timnas Italia ini pernah menyakiti perasaan fans Parma saat memutuskan pindah ke Inter Milan di musim 2002/2003 lalu. Saat itu Cannavaro diboyong dengan ninlai transfer 23 juta euro.

Dua tahun kemudian, ia mengkianati janjinya dengan fans Inter sebab Cannavaro menerima pinangan Juventus. Pemain berpostur mungil itu direkrut dengan mahar 10 juta euro plus Fabian Carini.

5. Lucio
Pemain asal Brasil, Lucio da Silva Ferreira melontarkan pernyataan kontroversial saat bergabung dengan Juventus di musim panas 2012 lalu. Saat itu Lucio menyindir gelar Scudetto milik Inter Milan yang tidak lain adalah mantan timnya sendiri.

“Andrea Agnelli (Presiden Juventus) benar, Juventus sudah mengoleksi 30 gelar Scudetto. Saya menghormati rekan-rekan di Inter Milan, tapi sekarang saya bermain untuk Juventus. Jika saya mencetak gol ke gawang Inter, tentu saya akan selebrasi sebab saya selalu memberikan yang terbaik untuk tim yang saya bela,” ungkapnya waktu itu.

Gelar Scusetto Juventus pada musim 2005/2006 terpaksa dicopot dan diserahkan ke Inter Milan. Penyebabnya, Juve terlibat kasus pengaturan skor sehingga mereka dihukum terdegradasi ke ajang Serie B.

6. Antonio Cassano
Pemain berjuluk Fantantonio ini ikut mengantarkan AC Milan ke jalur Scudetto di musim 2010/2011 lalu. Namun sayang, kariernya terganggu sebab Cassano menderita penyakit misterius yang menyerang sarafnya.

Hampir setahun Cassano dirawat oleh tim medis Milan. Namun setelah sembuh ia memutuskan hengkang ke Inter Milan. Cassano kabarnya kesal dengan keputusan manajemen I Rossoneri menjual Thiago Silva dan Zlatan Ibrahimovic.

7. Mario Balotelli
Pemain berjuluk Super Mario ini merupakan didikan akademi Inter Milan. Saat usianya masih 18 tahun, ia sukses menembus skuat utama I Nerazzurri bahkan dirinya ikut mengantarkan gelar treble winners ke Stadion Giuseppe Meazza pada musim 2009/2010 lalu.

Meski memperkuat Inter, Balotelli terang-terangan mengakui kalau dirinya adalah fans AC Milan. Dua klub satu kota tersebut dikenal memiliki tensi panas ketika bertanding. Tak jarang kedua kelompok suporter terlibat cekcok dalam hal transfer pemain ataupun hasil pertandingan.

Baca Juga=Gara-gara Kalah Telak, Tiket Persib vs Persela Sepi Pembeli

Keinginan Balotelli memperkuat AC Milan akhirnya terwujud di musim dingin 2013 lalu. Namun sayang, bersama Milan karier sang pemain justru meredup.