Pelatih Perseru: Permainan Persib Monoton!

Pelatih Perseru: Permainan Persib Monoton!

pelatih-perseru-permainan-persib-monoton-LLb

Agen Bola Online – Pelatih Perseru Serui Hanafi mengungkap sukses timnya mengalahkan Persib Bandung pada laga Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 di Stadion Marora, Serui, Sabtu (6/8/2016). Pria asal Malang, Jawa Timur, itu juga menilai permainan Persib terlalu monoton, sehingga timnya bisa menang 1-0.

Menurut Hanafi, Maung Bandung bermain terlalu monoton. Menggunakan pola 4-2-3-1, setiap serangan yang dibangun hanya ditujukan ke Sergio van Dijk yang menjadi target man. (Baca juga: Gol Van Dijk Dianulir, Persib Keok di Kandang Perseru Serui).

“Serangan dari sini, ke target, lalu dari sana pun ke target. Saya pikir di babak kedua Persib akan berbeda. Tapi tetap saja ke target, dan itu sudah kami siapkan antisipasinya,” ungkap Hanafi seperti dilansir laman resmi Persib.

Maung Bandung kebobolan lewat tembakan jarak jauh Gakou Amadou yang melewati pertahanan Hariono dan menembus gawang M Natshir pada menit ke-40. Persib membalas lewat Sergio Van Dijk pada menit ke-68, namun wasit Abdul Rahman Salasa menganulir gol tersebut. (Baca juga: Geram Dirugikan, Djadjang Nurdjaman Semprot Kinerja Wasit di Serui).

Hanafi tak menyinggung soal kinerja wasit Abdul Rahman Salasa yang menganulir gol Van Dijk. Yang pasti, dia memuji perjuangan anak asuhnya yang mampu melaksanakan instruksinya dengan baik saat melawan Persib. Menurut suksesor Agus Setiono itu, pemainnya peka terhadap instruksi yang dia berikan. “Sangat luar biasa, semua instruksi dapat dijalankan dengan baik.”

Sejatinya, tak ada yang istimewa dari strategi yang digunakan Perseru saat melawan Maung Bandung. Menurut Hanafi, dia menggunakan strategi lama yang terus dikembangkan. “Kami gagal melawan Arema, melawan Sriwijaya FC juga gagal. Ini juga kami siapkan saat melawan Pusamania Borneo FC (Perseru menang 3-0),” terangnya.

Baca Juga =Dapat Restu Swansea City, Andre Ayew Hadir di London Stadium

“Para pemain kami sudah memeragakan permainan yang solid. Mereka paham kapan dan di mana momen saat menyerang atau bertahan. Semoga ke depan lebih baik,” ujarnya.