Icardi Ungkap Penyesalan Saat Kariernya di Inter Terancam Berantakan

Icardi Ungkap Penyesalan Saat Kariernya di Inter Terancam Berantakan

icardi-ungkap-penyesalan-saat-kariernya-di-inter-terancam-berantakan-udn

Agen bola online _ MILAN – Buku otobiografi Mauro Icardi berjudul Sempre Avanti menimbulkan masalah besar. Dalam isinya ia menyinggung kelompok suporter Inter atau yang dikenal dengan sebutan Interisti. Gara-gara hal tersebut, Icardi mendapat caci maki dan ia terancam didepak oleh I Nerazzurri.

Dalam bukunya, Icardi menulis ancaman yang ditujukan untuk Interisti. Tulisan itu tentu membakar marah fans Inter dan mereka ingin agar pemain kebangsaan Argentina tersebut angkat kaki dari Stadion Giuseppe Meazza.

Keinginan mereka rupanya mendapat respon positif dari manajemen Inter. Lewat penuturan Javier Zanetti selaku wakil presiden klub, nasib Icardi sedang menjadi bahan pembicaraan dan kemungkinan besar jabatan kapten tim tak akan lagi diberikan kepadanya.
Baca juga : Preview Bali United vs Madura United: Tak Ada Duel Mudah Buat Gomes
“Kami akan mengambil tindakan? Tentu saja iya. Bagi kami, suporter merupakan elemen penting dan kami harus menghormati mereka. Apakah kami akan mencopot ban kapten Icardi? Kami akan membicarakan itu nanti,” ungkapnya.

Selain Zanetti, keputusan ini juga disetujui oleh Piero Ausilio. Direktur Olahraga Inter itu masih memikirkan ulang soal masa depan Icardi yang baru dikontrak hingga lima musim ke depan.

“Seluruh orang yang ada di klub ini setuju dengan Zanetti. Kami akan menganalisis segala sesuatu dengan kepala dingin. Icardi tidak memberikan penampilan terbaik dalam laga itu (Saat Inter kalah 1-2 dari Cagliari). Keadaan tersebut tidak mudah dilewatinya sebab dia masih 23 tahun,” ungkap Piero Ausilio.

Menanggapi hal tersebut, Icardi mengaku menyesal. Ketika kariernya terancam, ia menuturkan isi hatinya lewat Instagram.

Berikut garis besar curhatan Icardi;
“Untuk Curva Nord (sebutan suporter garis keras Inter Milan) saya terkejut dan kecewa. Saya terkejut sebab masalah ini dibesar-besarkan. Memang benar dalam buku itu saya mengeluarkan beberapa ungkapan yang berlebihan. Saya banyak menggunakan frase dalam buku tersebut. Saya menggunakan kata mengancam pada para suporter dan seharusnya saya tidak melakukan itu.”

“Saya kecewa karena masalah ini terus dibesar-besarkan. Jika saya memiliki sedikit akal, saya tidak akan menyinggung keberadaan Curva Nord. Kalian jadi orang-orang yang saya lihat tiap kali keluar pada akhir pekan dan ketika mencetak gol. Saya harap kalian mengerti betapa pentingnya kalian bagi saya. Betapa saya menghormati dan mencintai kalian semua, sekalipun kalian telah mencaci maki saya.”

“Ban kapten merupakan realisasi dari mimpi masa kecil saya. Satu hal yang saya minta sebagai kapten tim, tetap dekat dengan Inter sebab saya dan rekan-rekan sangat membutuhkan Anda.”