Barca dan Madrid Jagonya Mengkritik Wasit

Barca dan Madrid Jagonya Mengkritik Wasit

hl-suaramos_fd5679a

Situs Agen Keno Online Terpercaya – Mantan kepala komite wasit federasi sepak bola Spanyol, Victoriano Sanchez Arminio membagikan pengalamannya selama memimpin kehormatan dan pekerjaan seluruh wasit di Spanyol. Menurutnya pekerjaan wasit kurang mendapat penghargaan yang sepantasnya di Liga Spanyol.

Arminio menyoroti dua klub raksasa Spanyol, Barcelona dan Real Madrid. Menurutnya kedua klub itu adalah yang paling doyan mengkritik kinerja wasit dengan cara yang tidak tepat.

Dikatakannya, wasit di Liga Spanyol terus-menerus mendapat kritik berlebihan dari berbagai klub. Khususnya saat mereka memimpin laga El Clasico yang mempertemukan Barca dan Madrid.

Pada laga paling panas di Liga Spanyol itu, wasit harus berhati-hati sekaligus tegas dalam membuat keputusan yang tepat. Karena salah sedikit saja, salah satu klub akan terus mengkritik habis-habisan.

Baca Juga :Roma: Tak Ada Tawaran Apapun untuk Alisson

Arminio pun tak segan mengkritik Presiden Real Madrid, Florentino Perez dan Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu. Menurutnya, sebagai presiden dua klub besar, keduanya harus lebih berhati-hati dalam melayangkan kritik.

“Saya hanya pernah berbicara dengan Florentino dan Bartomeu. Beberapa klub besar dan presiden mereka memiliki mekna komunikasi berbeda yang mereka gunakan,” ungkap Arminio dinukil dari marca.

“Beberapa presiden menyampaikan maksudnya melalui media dan media lain dan saya rasa Barcelona dan Madrid menekan wasit dengan cara yang sama.”

“Keputusan yang dibuat tidak pernah mengganggu atau menguntungkan salah satu dari mereka dan keseimbangan di akhir musim adalah nol, saya pikir begitu,” tandasnya.

Selain kedua klub besar tersebut, ternyata wasit justru sering mendapat tekanan saat memimpin laga klub-klub kecil yang berjuang lolos dari zona degradasi. Bahkan mereka mengajukan protes yang lebih lantang lagi.

“Presiden klub-klub yang lebih kecil adalah yang paling sering melayangkan protes karena degradasi tidak sama dengan perebutan tempat Liga Champions.”

“Berjuang melawan degradasi adalah situasi yang lebih serius,” pungkas dia.