Dicoret dari Liga Europa adalah Puncak Derita AC Milan

Dicoret dari Liga Europa adalah Puncak Derita AC Milan

Situs Agen Keno Online Terpercaya – Cuma Real Madrid yang bisa menyaingi sukses AC Milan di Liga Champions. Tapi saat tiket ke kompetisi teratas Eropa itu sulit didapat, Rossoneri malah dicoret dari Liga Europa.

Dengan tujuh gelar dipunya, AC Milan hanya kalah sukses oleh Real Madrid (13) di ajang Liga Champions. Rossoneri memang (pernah) begitu perkasa di Liga Champions, sampai-sampai mereka mengklaim punya DNA Eropa.

Namun kejayaan Milan kini nyaris tak bersisa lagi. Klub tersebut dalam sekitar satu dasawarsa terakhir mandeg, kalau tak mau dibilang berjalan mundur.

Baca Juga :Rumor Transfer: Milan-PSG Sedang Negosiasi Barter Donnarumma dengan Areola

Bahkan sejak Silvio Berlusconi masih duduk di kursi presiden, Milan sudah menunjukkan tanda-tanda meredup. Faktor utamanya adalah kondisi finansial – alasan sama yang membuat UEFA memutuskan mencoret Milan dari Liga Europa beberapa jam lalu.

Berlusconi, melalui perusahaan Fininvest, memegang penuh kendali AC Milan. Mantan perdana menteri Italia itu sebenarnya royal menyuntikkan dana buat Diavolo Rosso. Namun saat krisis ekonomi menghantam Italia pada 2007, situasinya berubah.

Berlusconi sebenarnya masih jadi orang terkaya di Italia ketika itu. Tapi dia tak bisa lagi jor-joran menggelontorkan dana. Kondisi itu diperburuk dengan keputusannya maju kembali dalam pencalonan Perdana Menteri di tahun 2013, yang berakhir dengan kegagalan.

Tahun 2013 jadi periode suram untuk Berlusconi (dan Milan). Berlusconi dinyatakan bersalah dalam kasus penggelapan pajak, dan menghadapi tuntutan hukum senilai 560 ribu euro yang ditujukan ke Fininvest. Ini membuat kondisi keuangannya limbung.

Padahal di tahun itu Milan sudah dalam kondisi mengkhawatirkan. Setahun sebelumnya terjadi eksodus besar. Gianluca Zambrotta, Alessandro Nesta, Gennaro Gattuso, Mark van Bommel, Clarence Seedorf meninggalkan San Siro dengan cuma-cuma. Lalu pemain bintang, Zlatan Ibrahimovic, Thiago Silva dan Alexandre Pato, satu persatu pergi.