Kepala Wasit UEFA: Penggunaan VAR Tak Sesuai Harapan

Kepala Wasit UEFA: Penggunaan VAR Tak Sesuai Harapan

Situs Agen Keno Online Terpercaya – Kepala Wasit UEFA, Roberto Rosetti menilai penggunaan Video Assistant Referee (VAR) tak sesuai harapan. VAR tak seharusnya menjadi wasit lain di pertandingan.

VAR saat ini hampir digunakan di semua liga-liga top Eropa. Teknologi tersebut diharapkan mampu membantu kinerja wasit dalam mengambil keputusan.

Namun dalam penerapannya VAR justru memunculkan banyak perdebatan. Kontroversi yang sering muncul akibat VAR adalah terkait offside.

Ini banyak terjadi di Liga Inggris karena tak ada layar di tepi lapangan untuk wasit mereview ulang kejadian di lapangan. Wasit harus menghentikan laga beberapa menit untuk menunggu keputusan dari VAR.

VAR juga begitu detail dalam melihat posisi pemain saat offside. Tak heran jika banyak gol dianulir, hanya karena ketiak atau lengan pemain satu milimeter berada di depan sang lawan.

Rosetti menilai kontroversi yang muncul ini lahir karena penggunaan VAR sudah melenceng dari yang diharapkan. Ia menegaskan wasit tak perlu selalu meninjau VAR.

“VAR sangat diperlukan untuk menciptakan keadilan, tetapi itu tidak harus mengganggu semangat dan jalannya pertandingan. Kami ingin VAR turut andil hanya ketika rekaman secara jelas menunjukkan itu pelanggaran, bukan untuk menjadi wasit lain di pertandingan,” tutur Rosetti dikutip dari Gazetta dello Sports.

Baca Juga :Kini 38 Tahun, Bisa Apa Ibrahimovic di AC Milan?

“VAR dalam beberapa situasi yang tipis sulit menentukan dalam skala sentimeter. Jika untuk mengevaluasi offside Anda perlu beberapa menit untuk memposisikan garis, dan itu benar-benar sulit untuk mengevaluasi apakah itu offside, yang terbaik adalah menyerahkan keputusan kepada orang-orang di lapangan.”

“Aturan IFAB (Internasional Football Asociation Board) menyatakan suatu keputusan hanya boleh diubah jika rekaman menunjukkan pelanggaran dengan sangat jelas,” tambahnya.

“Jika suatu keputusan memakan waktu lebih dari tiga menit dengan 10-15 replay dan empat atau lima sudut kamera yang berbeda. Itu berarti ini bukan pelanggaran yang jelas. Ini adalah interpretasi yang subyektif dan VAR tidak boleh mengoreksi kejadian itu,” ujar pria asal Italia ini menyimpulkan.